Bagaimana Membangun dan Memulai Usaha Kuliner

informasi dan berita

Bagaimana Membangun dan Memulai Usaha Kuliner?

Tanya Jawab.
Halo Bro Nico, Hamdhani Rizki dari Bogor. Saya berencana membuka bisnis makanan atau kulier. Apa saja yang harus saya persiapkan sebagai seorang pengusaha? Bagaimana peluangnya? Terima kasih.

Jawab: Halo juga Bro Hamdhani. Menurut kami, bisnis kuliner adalah bisnis yang cukup bagus, karena memiliki prospek cerah dan semakin tumbuh subur, seiring perkembangan jumlah penduduk dan gaya hidup yang ingin serba cepat. Dengan pertumbuhan penduduk yang semakin banyak, maka semakin banyak pula kebutuhan pangan yang harus disediakan.
Yang harus dipersiapkan, pertama-tama adalah mental untuk menghadapi keraguan untuk menghadapi keraguan akan kegagalan. Setelah itu, persiapan operasional. Masalah-masalah teknis yang menyangkut seluk beluk pekerjaan perlu dipersiapkan dengan matang. Mulai dari menghitung kemampuan diri, dan keterampilan yang dimiliki menyangkut bidang itu. Untuk usaha kuliner, minimal harus mengerti masakan. Lalu, pintar memasak, lebih baik lagi ahli memasak (kursus koki). Namun, untuk menjadi businessman restoran tidak harus menjadi jago masak. Yang terpenting, mampu mengelola usaha itu, tenaga ahli yang bisa memasak bisa direkrut. Persiapan selanjutnya, prasarana dan sarana.
Satu hal yang harus diingat, bisnis kuliner termasuk bisnis yang berisiko tinggi. Salah satu penyebabnya, jenis makanan yang tak bertahan lama, kecuali yang kita jual makanan kering. Dalam bisnis kuliner, memang kita tidak dituntut untuk bisa membuat makanan yang akan dijual. Banyak yang sukses berbisnis kuliner dari mengambil makanan dari tempat lain, lalu menjualnya lagi. Kemudian bagi Anda yang pintar memasak, tetapi tidak bisa menjual, Anda juga bisa menitipkannya di kantin, atau di tempat-tempat yang ramai pengujung. Jika Anda masih bingung untuk memilih jenis makanan yang akan dijual, Anda dapat memulai dengan makanan yang Anda suka, atau memulai jenis makanan yang banyak dijual di sekitar Anda. Usaha kuliner juga sangat sensitif terhadap rasa. Jangan lupa mengurus izin usaha. Secara prinsip, izin usaha yang dimaksud adalah yang berbadan hukum dengan akte notaris. Tidak perlu mendirikan PT atau CV cukup dengan status UD (usaha dagang). Hal ini sangat diperlukan bilsa usaha Anda di pinggir jalan raya dan melibatkan beberapa pekerja. Selamat mencoba semoga sukses buat Anda.
Nicholas Hira adalah direktur PT Hira Rajawali Infomedia, Founder and CEO SeputarUKM.

Dokter Ahli Spesialis Saraf (Neurologi) di SuLut

Dokter Ahli Spesialis Saraf (Neurologi) Konsultan di kota Manado. Dimana lokasi terbaik dan penting dibutuhkan oleh wisatawan lokal atau mancanegara ketika berkunjung ke suatu tempat? ini adalah referensi atau panduan peta suatu wilayah. Berikut ini kami dari tim redaksi pemberitaan info kabar memberikan informasi tentang dokter-dokter spesialis yang dikenal oleh masyarakat, sehingga hal ini dapat menjadi referensi penting serta berharga bagi anda yang kebetulan datang ke Sulawesi Utara atau berkunjung dan ingin berkonsultasi dengan ahli medis, serta ingin membutuhkan informasi rumah sakit atau keberadaan dokter ahli syaraf di Sulawesi Utara secara umum/luas, termasuk Manado, Tomohon dan Bitung. (Jadwal Praktek dokter neuro).

● Dr. Theresia Walelang-Runtuwene, Sp.S (K)

SILOAM Hospital, terletak di pusat kota Manado (alat lengkap seperti CT-scan, MRI dll). Praktek Umum (Poli) setiap hari Selasa dan Jumat, pukul 16:00 – 18:00.

● Dr. Theresia Walelang Runtuwene, Sp.S (K)

Apotik Sentosa Farma (Bitung). Jl Dr Sam Ratulangi no.24; dekat pintu masuk sebelum ke pusat pertokoan/pasar Bitung, sebelah kantor PLN. Kota BITUNG, telepon (0438) 33020 Praktek setiap hari Rabu jam 18:30 sampai selesai.

● Dr. Theresia Walelang Runtuwene, Sp.S (K)

Rumah Sakit Gunung Maria – Tomohon Praktek Poli setiap hari Senin dan hari Kamis, jam 13:00 sampai selesai.

● Dr. Theresia Walelang Runtuwene, Sp.S (K)

RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Malalayang. (Jalan Raya Tanawangko, Malalayang) Poli klinik Saraf dan Brain Center bagian Neurologi.