Simposium Ahli Bedah PABI dan PEBKLI

informasi dan berita

Info Simposium dan Pertemuan Ahli Bedah PABI dan PEBKLI kedua.

Diagnostic And Management Update in Head and Neck Surgery – Workshop and Hands on Experience.
Berdasarkan regulasi praktek Kedokteran Indonesia disertai dengan berbagai kemajuan di bidang IPTEKDOKES, maka sebagai dokter dituntut untuk selalu meningkatkan dan mengembangkan kompetensinya di bidang Kedokteran, sehubungan dengan itu dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan atau PIT, dari Perhimpunan Bedah Kepala Leher Indonesia (PEBKLI) kedua yang dilaksanakan di Manado, Sulawesi Utara maka PEBKLI dan Bagian Bedah khususnya Spesialis Bedah Kepala Leher FK UNSRAT (Sam Ratulangi) dan RSUP Prof. Dr. dr. R.D. Kandou akan melaksanakan kegiatan symposium untuk dokter umum dan workshop untuk ahli bedah. Di dalam symposium akan dibicarakan topik-topik yang disesuaikan dengan kompetensi dokter Indonesia tahun 2012 khusus di bidang Bedah Kepala Leher, antara lain kelainan congenital, neoplasma, kelainan hormonal, infeksi, akses jalan nafas, dan khusus untuk workshop akan difokuskan pada penanganan fraktur maksilofacial. Dengan mengikuti symposium dan workshop diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan ketrampilan para dokter, baik dokter umum Indonesia dan dokter spesialis bedah Indonesia. Besar harapan kami atas kehadiran teman sejawat sekalian. Sampai jumpa dan ketemu di Manado pada Februari 2017.
Penasehat:
Ketua Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI).
Ketua Perhimpunan Bedah Kepala Leher Indonesia (PEBKLI).
Direktur Umum RSUP Prof. Dr. R.D Kandou – Malalayang, Manado.
Dekan FK Universitas Sam Ratulangi.
Prof. Martatko Marwowinoto, dr.SpB(K)Onk-KL
Prof. Sunarto Reksoprawiro, dr. Sp.B(K) Onk – KL
Dr. Urip Murtedjo. Sp.B(K) KL.

Panitia PIT ke-II PEBKLI di Manado.
Pelindung : Dekan FK Universitas Sam Ratulangi Manado, Dirut RSUP Prof. R.D. Kandou.
Ketua: Dr. Nico A. Lumintang, Sp.B(K) KL
Sekretaris : Dr. Herman Kereh Sp.B
Bendahara : Dr. Angelica Wagiu SpB.
Seksi Acara / Ilmiah : dr. L. T. B Kalesaran SpB, dr. Hendry Susanto, dr. Jhon Situmorang.
Seksi Sekretaris : dr. P.A.V Wowiling SpB, Dr. Yan Senjaya, Dr. Josep Joko Hendratno.
Seksi Perlengkapan : Dr. Rudy Tubagus Sp.B, Dr. Haning Sasangka, Dr Mervin Manginte.
Seksi Publikasi/ dokumentasi : Dr. Ferry Kalitouw Sp.B, Dr. Rizky Asri, Dr Melina Oktavia.
Seksi Akomodasi / transportasi : Dr. Fanny Mandang, SpB, Dr Hendry Sundah, Dr Arya Wawolumaja.
Seksi Konsumsi : Dr. Lydia Tendean, SpAnd. Dr Maria Kaunang, Dr. Stianila W. Sedu.

Tren Pekerja Ekspatriat di Indonesia

Tren Pekerja Ekspatriat di Indonesia

Seiring perjalanan waktu, ada penurunan dalam penggunaan karyawan ekspatriat di posisi kunci perusahaan multinasional di Indonesia. Hal itu bisa dilihat dari beberapa majalah bisnis sejak 2010, saat pertama kali saya (Ricky Mulani) memulai menjalankan perusahaan. Alasannya, karyawan lokal sekarang memiliki kemampuan yang dapat bersaing dengan karyawan ekspatriat. Memiliki keahlian yang sama dengan biaya yang menarik, maka lebih banyak perusahaan merekrut dan mengganti ekspatriat senior mereka di Indonesia. Perusahaan-perusahaan multinasional yang menggunakan ekspatriat di tim manajemen senior menurun dari 80 persen menjadi 20 persen saja. Posisi direktur utama dan direktur keuangan masih ditangani seorang karyawan ekspatriat. Sementara posisi lain, seperti penjualan, pemasaran, produksi, pemasok, informasi dan teknologi, dan manajemen risiko bisa ditangani eksekutif lokal. Kualitas karyawan Indonesia berkembang dari pengalaman mereka bekerja di perusahaan multinasional, baik di dalam negeri maupun luar negeri, kemudian dengan gelar yang mereka peroleh dari Universitas internasional. Menyadari keahlian tenaga kerja dalam negeri yang sekarang cukup kompetitif, dan biaya yang lebih rendah dibandingkan ekspatriat, perusahaan akhirnya memutuskan memberikan peluang mereka bekerja. Hal ini memberikan gaji yang menarik untuk eksekutif lokal, karena keahlian mereka bertambah dan gaji mereka pun bertambah. Di beberapa kasus, satu-satunya perbedaan gaji direktur lokal dan gaji ekspatriat hanya pada perumahan, izin kerja, asuransi internasional, dan biaya sekolah anak. Tapi, gaji mereka dan tambahan lainnya telah disamakan dengan orang-orang ekspatriat. Namun, kita masih banyak melihat ekspatriat senior yang bekerja di Indonesia. Kita tak melihat penurunan jumlah ekspatriat yang signifikan di Indonesia. Mengapa?
Perusahaan multinasional memang mengurangi jumlah ekspatriat di organisasi perusahaan mereka, namun para konglomerat lokal justru membuat jumlah mereka meningkat. Para ekspatriat, saat ini disewa dan dicari korporasi lokal yang membutuhkan keahlian mereka untuk membantu perkembangan perusahaan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hanya perbedaan beberapa tambahan (tunjangan) untuk membandingkan ekspatriat dengan lokal, perusahaan lokal lalu berpikir untuk membayar ekspatriat dan mendapatkan pengetahuan mereka daripada membayar tinggi ahli lokal. Pola pikir mengurangi biaya oleh perusahaan multinasional sudah diambil dengan cara yang berbeda oleh konglomerat lokal dan korporat. Mereka melihatnya sebagai sebuah investasi untuk bersaing di pasar global. Ironis, tapi bermanfaat untuk semua, dan mengurangi banyak pengangguran. Meski ada banyak perubahan yang diharapkan oleh tenaga kerja ekspatriat ketika mereka memutuskan untuk bergabung dengan seluk beluk dan permasalahan yang ada, selama mereka melihat ini sebagai peluang emas dan tantangan bersedia berkontribusi, mereka akhirnya melihat hasil yang baik dan “ditahan” oleh “majikan” mereka, bahkan diberikan kesempatan yang lebih baik. Jadi, pertanyaan sekarang berubah. Siapa yang benar-benar kehilangan kesempatan kerja di Indonesia? Penduduk lokal atau pekerja asing?
Tulisan Bapak Ricky Mulani, Presiden Direktur Quantum Select Indonesia.

Kekuatan Media Sosial Membangun Produk

Kekuatan Media Sosial Membangun dan Menjual Produk Secara Online.

Saat ini semua orang sudah mengetahui kekuatan dari media sosial. Orang yang tidak dikenal bisa menjadi terkenal hanya dalam waktu singkat berkat media sosial. Ingat Sinta dan Jojo dengan Keong Racun-nya? Atau Briptu Norman dengan lagu Chaiya-chaiya-nya? Kekuatan media sosial tidak kenal batasan maupun daerah. Banyak sekali media sosial yang populer dipakai orang, semisal Facebook, Twitter, Linkedin, Instagram, dan lain-lain. Dengan media sosial, Anda bisa “bersuara” agar produk atau jasa Anda dikenal orang, hingga akhirnya dibeli mereka. “If you’re not consistent, you’re non existent!” jadi, kalau anda tidak konsisten, anda tidak ada. Dengan kata lain, anda tidak dikenal. Itulah sebab-sebabnya brand-brand besar mengeluarkan dana hingga miliaran rupiah untuk beriklan dimana-mana, walau brand-nya sudah dikenal luas. Siapa yang tidak mengenal Apple atau iphone? Lalu mengapa iklan iPhone Six dipajang hingga 4 papan iklan super jumbo di tol Bandara internasional Soekarno-Hatta. Jadi, mulai sekarang Anda harus secara konsisten bersuara di media sosial. Tujuannya, agar produk dan jasa Anda semakin dikenal orang, Anda dapat dipandang sebagai seorang pakar di bidangnya, dan brand Anda akan semakin lebih dipercaya. Artinya, akan lebih mudah untuk berjualan.
Tips dari Michael Hyatt. Seorang pakar membagi tips untuk membangun platform. Pertama, gunakan aplikasi untuk mengotomasi media sosial Anda. Ada beberapa aplikasi yang bisa Anda cari di internet untuk membantu dalam mengotomasi media sosial, seperti Bufferapp, Tweetdeck dari Twitter, Hootsuite, Coschedule dan Meetedgar. Anda bisa menggunakan aplikasi-aplikasi tadi untuk menjadwalkan posting Anda. Anda cukup menyiapkan semua bahan yang akan di posting. Kemudian Anda tinggal tentukan jadwal posting. Sesuaikan dengan karakteristik dari customer Anda. Pastikan jadwal konsisten, sehingga audiens bisa memastikan untuk menantikan posting Anda pada waktu tertentu. Kedua, promosikan blog spot Anda. Ketika anda membuat sebuah artikel, dan di posting di website Anda, tugas anda belum selesai. Anda tetap harus membagi posting Anda ke berbagai media sosial, tag post ke publik. Anda bisa lakukan tiga kali promosi dalam sehari. Inilah yang dimaksud dengan “bersuara keras” agar banyak orang dapat “mendengarkan anda”. Ketiga, review dan reply aktivitas media sosial Anda. Jadwalkan satu waktu khusus setiap hari untuk melihat komentar-komentar dan membalaskan. Tujuan dari review dan reply ini bukan untuk membalas semua komentar. Tapi agar anda bisa menjawab dan berkomunikasi dengan beberapa pelanggan. Dari sini akan muncul komunikasi dan rasa percaya dari pelanggan. Dari sini akan muncul komunikasi dan rasa percaya dari pelanggan. Bahkan anda bisa menangani beberapa keluhan dan melakukan service recovery di tahap ini. Keempat, post link dari berita-berita atau blog post yang menarik dan berhubungan dengan produk atau jasa Anda. Anda bisa update ilmu dan berita di bidang Anda. Pelanggan Anda pasti senang menerima informasi baru. Untuk membantu, Anda bisa menggunakan feedly untuk menarik semua berita yang berhubungan dengan bisnis Anda. Kelima, periksa media sosial Anda ketika dijadwalkan atau ketika sedang senggang. Jangan selalu memeriksa sosmed Anda, karena Anda akan jadi tidak produktif terhadap pekerjaan. Anda tidak hidup di medsos. Anda hanya menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi dengan dunia, dan membangun pelanggan yang setia. Jadi, hati-hati jangan sampai tersedot perhatian Anda oleh media sosial.
Akhirnya, orang-orang hanya akan mengikuti tokoh atau berita yang menarik. Jadi, buat konten dan bagikan hal-hal yang menarik bagi orang lain.

Danau Taal Pesona Liburan Romantis di Filipina

Danau Taal Pesona Liburan Romantis di Filipina.

Referensi holiday – Danau Taal terletak di Tagaytay City, Provinsi Cavite, Filipina. Danau ini memiliki luas sekitar 30 kilometer persegi. Danau ini terbentuk akibat aktivitas erupsi yang luar biasa dari Gunung Taal. Badan Seismologi dan Vulkanologi setempat memperkirakan gunung ini mulai aktif pada 1572. Aktivitas terakhir tercatat pada 2004. Danau ini bisa dinikmati dari dekat dan kejauhan. Jika ingin menikmati danau ini dari jauh, Anda bisa melihatnya dari taman wisata Sky Ranch, yang masih berada di kompleks wisata Tagaytay City. Sky Ranch merupakan objek wisata berupa taman yang menyediakan wahana hiburan bagi keluarga, dengan latar belakang pemandangan Gunung Taal dan Danau Taal sebagai daya tarik utamanya. Jika ingin menuju Tagaytay City, Anda harus menempuh jarak 40 kilometer dari Manila. Diperlukan waktu sekitar 2 hingga 3 jam menggunakan transportasi berupa jeepney, kemudian disambung dengan bus antarkota jurusan Batangas atau Tagaytay City, dan turun di depan kampus Olivarez.

danau taal water
Saat sampai di Olivarez, Anda bisa memilih melihat Danau Taal dari dekat. Anda dapat menuju Sky Ranch menggunakan jeepney dengan jarak tempuh sekitar 15 menit. Menuju ke Danau Taal, Anda dapat menumpang becak motor atau di Filipina dikenal dengan tricycle, dengan jarak tempuh 1 jam. Sky Ranch menyediakan wahana bernama Sky Eye. Di wahana permainan serupa roda raksasa ini, Anda bisa melihat keindahan pemandangan Danau Taal, ketika putaran roda gondola berada di puncak. Operator akan menurunkan kecepatan putaran menjadi sangat lamban agar pengunjung bisa berfoto sejenak, mengabadikan pemandangan Danau Taal yang berupa hamparan danau luas dikelilingi pegunungan, serta beberapa daratan pulau di tengah danau yang berupa bukit dan gunung. Ketika Anda ingin melihat Danau Taal dari sky eye, satu hal yang perlu diperhatikan ada kondisi cuaca. Jika cuaca sedang turun hujan, dan derah pegunungan diselimuti kabut akan sulit mendapatkan keindahan pemandangan yang sempurna dari Danau Taal.
Sky Ranch sebagai tempat rekreasi juga memiliki food court area, yang posisinya disediakan khusus untuk bisa melihat pemandangan Danau dan Gunung Taal. Danau Taal mungkin sebanding dengan Danau Toba di Sumatra Utara. Indah, sejuk dan romantis.

Oleh Ramadhan Muhammad, mahasiswa Philippine Christian University, Manila, Filipina.