Liza Natalia Meraup Untung Bisnis Goyang

informasi dan berita

Liza Natalia Meraup Untung Bisnis Goyang.
Kisah Sukses Bisnis Olahraga/Sport.

liza natalia bisnis zumba
Di usianya yang sudah menginjak 39 tahun, artis dan instruktur senam zumba, Liza Natalia Sari Hasnoputro atau yang lebih dikenal dengan Liza Natalia, masih terlihat sehat dan bugar. Kini, Liza sibuk mengurusi bisnis kebugaran berupa senam zumba, yang studionya berdiri di Pasaraya Grande, kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
Liza mengaku mendalami senam sejak 1998. Namun, kata dia, masuk lebih dalam ke senam zumba pada 2011 lalu. Zumba melibatkan tari dan elemen aerobik. Gerakannya menggabungkan hip hop, soca, samba, salsa, meringue dan mambo. Pada tahun 2011 hingga 2012, Liza sibuk mempelajari zumba dan mengejar sertifikat untuk menjadi instruktur zumba ke luar negeri, seperti ke Amerika, Eropa, Australia dan Malaysia. “Setiap sertifikat yang saya ambil di setiap item-item zumba itu berbeda-beda negara,” kata Liza saat ditemui di studio senam zumba miliknya.
Jenis zumba sendiri ada zumba fitness, zumba gold, zumba kids, zumba toning, zumba sentao dan zumba aqua.

Apa Manfaat Zumba?
“Banyak banget manfaat zumba. Zumba sendiri lagi tren, bukan hanya di Indonesia tapi seluruh dunia,” kata Liza. Menurutnya, dalam satu sesi (satu jam) latihan, zumba bisa membakar 500 hingga 700 kalori. “Makanya, zumba itu manfaatnya bisa menurunkan berat badan, bisa membuat badan kita lebih bugar, dan menghilangkan stress. Karena lagu-lagunya beragam, tidak hanya satu lagu. Ada berbagai macam item lagu, ada bollywood, dangdut, salsa, pombia, chacha. Berbagai macam gerakannya, banyak variasinya,” kata dia. Instruktur di studionya ada 5 orang. Menurut Liza, bisnisnya ini menjual jasa. Karena itu, dia juga menjaga kualitas instruktur-instrukturnya. Di studio zumba miliknya, Liza juga memasukan unsur dangdut atau joget. “Jadi biar lebih kental. Saya ingin menambahkan sesuatu yang unik, yang baru di dunia zumba itu sendiri, karena kita di Indonesia, saya rasa joget juga lebih dikenal masyarakat luas. Akhirnya memperkenalkannya lebih gampang.”
Bisnis kebugaran dan kecantikan
Liza membangun bisnis studio zumba pertama kali di bilangan Kemang, Jakarta Selatan pada 2012 lalu. “Tapi, hanya bertahan dua tahun, karena tidak bisa memperpanjang kontrak,” katanya. Member studio zumbanya waktu itu sangat banyak, mencapai 1,300 orang. Setelah vakum selama 6 bulan, Liza berpindah tempat bisnis ke Pasaraya Grande, Jakarta Selatan. Hingga saat ini, Liza memiliki sekitar 70 member di tempat bisnis barunya ini. Target pasar Liza di tempat barunya ini adalah menjaring orang kantoran di sekitar kawasan Blom M. Biaya menjadi member pun dipatok Liza sangat terjangkau. “Murah, disini Cuma Rp. 500 ribu (jadi member), dia bisa ikut (senam zumba) sepuasnya. Tapi kalau visit, per kali datang Rp. 100 ribu saja,” kata dia. Bersama seorang rekan bisnisnya, dia membuat semacam bisnis kesehatan dan kebugaran tersentralisasi (headspace). “Kita bikin headplace, studio, salon dan spa ini kita gabungkan,” kata dia. Studionya terintegrasi dengan salon dan spa.
Baginya, bisnis studio, salon dan spa ini adalah cita-citanya sejak dahulu. “Jadi sebenarnya tempat ini one stop healthy life. Di sini satu tempat semua ada.”
Liza memberikan tips bagi pebisnis pemula. Menurutnya, kalau ingin usaha jangan nanggung, harus total. “Dan kita harus tahu apa yang kita geluti dari usaha itu. Owner itu harus tahu sistem dan manajemen di dalam satu usaha itu sendiri,” kata dia.

Leave a Reply