Obat Celebrex info Produk

informasi dan berita

Obat Celebrex info Produk Penyakit Otak/Saraf.

The First True Specific COX-2 Inhibitor

Powerful Relief, meredakan nyeri pada pasien OA dan RA, menurunkan jumlah sendi yang bergerak, secara bermakna memperbaiki aktivitas pasien OA dan RA.
Safely Delivered … Secara nyata memiliki prevalensi tukak gastroduodenal lebih rendah di banding diklofenak. Tidak menghambat agregasi trombosit. Serta dosis yang fleksibel (dapat diberikan sesudah atau sebelum makan).

Informasi dan Deskripsi : Celebrex secara kimiawi adalah 4-[5-(4-metilfenil)-3-(trifluorometil)-1H-pirazol-1-il] benzensulfonamid dan merupakan diaryl substituted pyrazole.
Indikasi : Celebrex di indikasikan untuk menghilangkan gejala-gejala dan tanda-tanda osteoarthritis dan untuk menghilangkan gejala-gejala dan tanda-tanda arthritis rematoid pada orang dewasa.
Kontraindikasi : Celebrex dikontraindikasikan pada pasien yang diketahui hipersensitif terhadap Celecoxib dan jangan diberikan pada pasien yang alergi terhadap sulfonamide atau menderita asma, urtikaria atau alergi setelah menggunakan acetylsalicylic acid atau NSAIDs lainnya.
Cara Kerja: Celebrex adalah obat anti inflamasi non steroid yang memperlihatkan efek anti inflamasi, analgesic dan antipiretik pada binatang percobaan. Cara kerja diyakini dengan menghambat sintesis prostaglandin melalui penghambat siklo-oksigenase 2 (COX2) dan dalam konsentrasi terapi pada manusia. Celebrex tidak menghambat isoenzim siklo-oksigenase 1 (COX1).
Farmakokinetik : Konsentrasi plasma puncak dicapai dalam 3 jam setelah dosis oral. Bila dibeikan bersama makanan kaya lemak konsentrasi plasma puncak tertunda 1-2 jam dengan peningkatan AUC sebesar 10-20%. Konsentrasi plasma menurun 37% bila diberikan bersama antacid yang mengandung aluminium dan magnesium. Celebrex dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Celebrex di metabolism oleh sitokrom P-450 2C9. Metabolit bersifat inactive. Diekskesi melalui feses sebesar 57% dan 27% melalui urin.
Populasi khusus: Geriatri : Penyesuaian dosis pada orang tua tidak dibutuhkan, kecuali pasien dengan berat badan <50 kg, terapi dimulai dengan dosis rekomendasi terendah. Pada Pediatri: Belum diteliti pada anak-anak dibawah 18 tahun. Insufisiensi hati: Celebrex diberikan dengan dosis lebih rendah pada pasien gangguan fungsi hati sedang. Pada pasien dengan gangguan fungsi hati berat belum diketahui sehingga tidak dianjurkan untuk diberikan. Insufisiensi Ginjal: AUC 40% lebih rendah pada penderita insufisiensi ginjal (GFR 35-60 mL/min). Belum pernah diteliti pada pasien dengan insufisiensi ginjal berat.
Interaksi obat : Secara umum berinteraksi dengan obat yang menghambat sitokrom P450 2C9. Potensial berinteraksi dengan flukonazol, litium furosemid dan ACE inhibitors. Tidak ada interaksi yang secara klinis bermakna dengan gliburid, ketokonazol, metotreksat, fenitoin, tolbutamid. Peringatan: Seperti penggunaan dengan NSAIDs lainnya, reaksi anafilaktoid dapat terjadi pada pasien yang tidak diketahui adanya paparan dengan Celebrex sebelumnya. Hindari penggunaan pada kehamilan tua karena dapat menyebabkan hambatan penutupan duktus arteriosus. Celebrex tidak dapat menggantikan kortikosteroid atau mengobati insufisiensi kortikosteroid.
Studi Khusus : Insiden tukak yang dibuktikan dengan endoskopi lebih rendah yang bermakna secara statistic pada kelompok yang di obati dengan Celebrex. Tidak ada keterikatan antara insiden tukak gastroduodenal dengan dosis Celebrex selama periode penelitian. Celebrex dosis tunggal hingga 800 mg dan dosis ganda hingga 600mg BID selama 7 hari tidak mempunyai efek pada agregasi trombosit pada waktu perdarahan.
Adverse Events : Pada uji-uji klinis penghentian pengobatan karena adverse events adalah 7.1% pada kelompok Celebrex dan 6.1% pada kelompok plasebo. Berikut ini adalah adverse events yang timbul sebesar 0,1% – 1,9%: konstipasi, gastritis, muntah, hipertensi, alergi, vertigo, tinnitus, palpitasi, takikardia, fungsi hati abnormal, epistaksis, bronkospasme, anemia, obstruksi usus, perforasi usus, perdarahan gastrointestinal dan lain-lain.
Overdosis: Gejala-gejala overdosis NSAIDs umumnya adalah letargi, mengantuk, mual, muntah dan nyeri epigastrik yang secara umum reversible dengan perawatan supportif.
Dosis dan Pemberian :
Osteoartritis : Dianjurkan dosis oral 200 mg sehari diberikan sebagai dosis tunggal atau sebagai 100mg dua kali setiap hari.
Artritis Rematoid : Dianjurkan dosis oral 100 hingga 200 mg dua kali sehari.
Kemasan supplement: Celebrex 100mg, karton 3 blister @ 10 kapsul. No. Registrasi DKI 9989700301A1. Celebrex 200 mg karton 3 blister @ 10 kapsul No. Reg DKI 9989700301B1.