Perusahaan Penyedia Tenaga Kerja Sukses di Global

informasi dan berita

Perusahaan Penyedia Tenaga Kerja Sukses di Global

Siapa bilang mencari pekerjaan itu sulit dan susah? Di perusahaan penyedia tenaga kerja, logika tadi terbalik. Dengan jasa perusahaan penyedia tenaga kerja, bukan karyawan yang mencari perusahaan, tapi perusahaan yang mencari karyawan. Merujuk sebuah informasi, konsep perusahaan penyedia tenaga kerja atau yang popular disebut outsourcing sudah dikenal sejak 1970-an di dunia manufacturing. Sejak itu, penyedia tenaga kerja mulai dikenal dan di implementasikan secara global (dunia).
Layanan Global.
Di Indonesia, ada sekitar 200 perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyedia tenaga kerja. Salah satunya Quantum Select Indonesia. Ricky Mulani merupakan pengusaha yang berbisnis di bidang ini. Dia adalah Presiden Direktur Quantum Select Indonesia dengan brand Quantum Select International. Hebatnya, perusahaan ini memiliki cabang di India. Pusatnya sendiri ada di Jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta. “Perusahaan ini saya mulai tahun 2010”, kata Ricky saat ditemui wartawan di kantornya, beberapa waktu lalu. Ricky, yang memiliki latar belakang pendidikan akuntansi ini mengawali karier di dunia asuransi. “Lalu, saya coba wirausaha di bidang travel agent tapi kurang berhasil. Kemudian saya bekerja dengan orang dulu. Akhirnya, jadi entrepreneur di bidang penyediaan tenaga kerja,” katanya. Ricky yang juga aktif di kepengurusan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ini, mengatakan tengah berusaha mengembangkan bisnis ini lebih besar lagi. Dia memulai bisnis ini dari bawah sekali. “Kita mulai hanya dengan tiga orang.” Saat ini, kata dia, sudah berkembang dan memiliki 30 karyawan di Indonesia dan 10 di India. Menariknya, Quantum Select Indonesia adalah satu-satunya perusahaan penyedia tenaga kerja di Indonesia yang memiliki cabang di luar negeri. “Kita adalah head hunter pertama milik Indonesia yang punya cabang di luar negeri. Sisanya perusahaan asing atau lokal yang belum merambah ke dunia Internasional. Visi kita bukan hanya punya cabang di satu negara, tapi punya cabang di beberapa negara,” kata Ricky. Menurutnya, dunia tenaga kerja potensinya masih sangat besar, “Jadi, kita masih ingin berkembang untuk sukses dan maju”. Persaingan kita masih sangat banyak, dengan multinasional company di Indonesia dengan bidang yang sama. Ini sebuah goal yang belum saya taklukan,” kata dia. Target utama Quantum Select Indonesia, menurut Ricky akan memberikan sebuah pelayanan “pencari kerja” global kepada customer-customer kita yang kebetulan kebanyakan pemain Internasional. Jangan sampai kita hanya bisa melayani mereka di satu negara atau dua negara. Kalau bisa, mereka punya cabang di 10 negara, sepuluh-sepuluhnya pakai kita semua.” Orang yang tepat di posisi tepat, Ricky mengatakan, misi Quantum Select Indonesia sendiri, menyediakan tenaga-tenaga berkualitas dengan metode-metode terbaik dalam dunia bisnis. Ricky menambahkan, sampai sekarang banyak perusahaan menganggap rekrutmen kurang penting. “Rekrutmen ini sebuah hal yang mengarah ke metode konvensional, seperti pertemanan atau keluarga,” kata dia.
Sedangkan metode konvensional tadi, tak pernah dilakukan oleh perusahaan asing dan yang sudah mapan atau besar. Kata dia, perusahaan-perusahaan tadi memikirkan orang yang tepat dan duduk di kursi pekerjaan yang tepat, agar perusahaan maju. “Perusahaan menengah ke bawah biasanya lebih cenderung (rekrut) pada kenalan yang tepat untuk duduk di kursi yang tepat. Tapi, belum tentu dia adalah orang yang tepat dengan pekerjaan yang tepat. Ini yang menjadi perhatian khusus,” Ricky menuturkan, dalam bisnis ini, Quantum Select Indonesia mencoba membantu perusahaan-perusahaan untuk memberikan tenaga kerja, dengan mensortir kualitas yang terbaik yang ada. “Supaya mereka duduk di kursi tidak salah pekerjaan atau tidak salah orang.”
Penyortir Tenaga Kerja.
Tak ada criteria khusus bagi calon pekerja yang ingin “menitipkan” lamarannya ke Quantum Select Indonesia. “Kita terbuka untuk semua pelamar yang mau mencari pekerjaan. Kita penampung data. Kita tidak mencari mereka pekerjaan, di balik itu, kita mencari perusahaan yang mencari karyawan,” katanya. “Kita tampung, begitu ada order yang mencari. Misalnya mencari cameramen, kita bongkar data mana yang cocok kita tawarkan.”
Biasanya, perusahaan yang datang ke Quantum Select Indonesia mencari karyawan yang sudah berpengalaman. “Kalau saya bandingkan, bisa 95 persen dan 5 persen, 95 persen cari pengalaman, 5 persen tidak. Pengalaman sendiri bervariasi, ada yang cari setahun pengalaman, ada yang mau 15 tahun berpengalaman. Yang benar-benar baru lulus (kuliah) biasanya kecil.”
Ricky membagi pengalamannya setelah bertahun-tahun menjadi pengusaha. Dia mengakui, menjadi pengusaha ada naik dan turun. “Lebih susah jadi pengusaha dari karyawan. Pengusaha lebih banting tulang daripada karyawan. Yang penting jangan pernah menyerah,” katanya.