Faktor Yang Menyebabkan Pelemahan Mata Uang Jepang

Info Kabar — Mata uang safe haven currency kawasan Asia, menjadi worst performer currency di Asia secara year to date. Per 24 Juni 2022, Japanese Yen ditutup di level 135,23 (-17,51% YTD). JPY menyentuh level terendah sejak 1998 disebabkan oleh kenaikan harga komoditas membebani Jepang sebagai negara importir, perbedaan kebijakan suku bunga antara Jepang dan AS, serta yield JGB 10YR yang dijaga di bawah 0,25%.

Faktor Yang Menyebabkan Pelemahan JPY antara lain:

1. Higher Imports and Trade Balance Deficit. Jepang merupakan negara importir komoditas dengan 3 impor terbesar terdiri dari minyak, gas, dan batu bara. Secara YTD, minyak WTI sudah naik +43,09%, gas alam naik +66,76%, dan batu bara naik +161,61%. Alhasil, pertumbuhan impor Jepang bengkak ke +43,30% YoY di Mei 2022 (vs. +35,20% Januari 2022) dan defisit neraca dagang bertambah signifikan pada level -USD 72,40 miliar di Mei 2022 (vs. -USD 30,40 miliar Januari 2022). Kondisi makroekonomi yang rentan membuat JPY melemah.

2. Dovish BoJ. Melalui FOMC Juni 2022, The Fed kembali menaikkan suku bunga dari 1,00% ke 1,75%. Selama tahun 2022, The Fed sudah menaikkan suku bunga sebesar 1,50%. The Fed juga berkomitmen untuk terus menaikkan suku bunga apabila inflasi tidak kunjung turun. Berbeda dengan The Fed, Bank of Japan (BoJ) menahan suku bunga di 0,10% pada pertemuan bulan Juni 2022. Dalam pertemuan tersebut, BoJ juga menegaskan suku bunga akan terus ditahan pada level yang rendah kedepannya. Perbedaan kebijakan tersebut membuat Jepang kurang atraktif sehingga melemahkan JPY.

3. Yield Curve Control Continues. Selain menegaskan suku bunga akan terus ditahan di level rendah, BoJ juga masih akan memperpanjang kebijakan yield curve control. BoJ akan membeli JGB 10 tahun sebanyak-banyaknya untuk menahan yield di bawah 0,25%. Banyak pelaku pasar yang mengambil posisi short (jual) JGB karena yield yang tidak menarik di tengah kenaikan yield obligasi di seluruh dunia serta selisih yield yang semakin melebar dibandingkan UST 10YR. Posisi jual (outflow) membuat mata uang Jepang, yaitu Yen, terus melemah.

Please Share This Info: