Kebijakan Moneter Bank Sentral Australia dan Pandemi di India

Para pelaku pasar pada hari ini akan fokus pada keputusan kebijakan moneter Bank Sentral Australia atau RBA. Diharapkan RBA tidak akan mengubah suku bunga acuannya 0,1% walaupun jika dilihat data ekonomi negara tersebut terlihat menunjukan pemulihan ekonomi. Nilai tukar yang rendah merupakan target dari RBA agar pemulihan ekonomi negara tersebut dapat berlanjut. Data tingkat pengangguran yang terus menurun dan mulai naiknya angka inflasi serta adanya perbaikan dari data sector perumahan, menunjukan kebijakan RBA masih dalam jalur yang benar. Nada hawkish dari pernyataan RBA dapat membuat mata uang Aussie Dollar menguat kedepannya.

Rencana pembukaan lockdown di Inggris yang telah dimulai bulan desember 2020 akan berakhir pada tanggal 12 April nanti, dan perjalanan ke luar negeri akan diperbolehkan pada tanggal 17 Mei tahun ini. Diharapkan pada bulan Juni Pemerintah Inggris sudah memulai pencabutan penguncian serta protokol kesehatan secara berangsur-angsur. Berbeda dengan negara di kawasan Eropa, dimana Perancis dan Italia masih melakukan penguncian dan Jerman masih dalam fase penguncian terbatas karena adanya protes dari warga Jerman untuk penguncian disaat hari libur Paskah. Suntikan vaksin dan distribusi vaksin masih menjadi polemik di negara Uni Eropa sehingga dapat membuat pertumbuhan ekonomi dikawasan Eropa dapat melemah sedangkan di Inggris terlihat membaik. Keadaan ini dapat membuat mata uang Pondsterling menguat dan mata uang tunggal Eropa yakni Euro melemah kedepannya.

Indeks saham Amerika Serikat kembali ditutup menguat pada perdagangan senin, dimana indeks saham Dow Jones naik 373 point, S&P 500 naik 1,4% dan Nasdaq naik 1,2%. Kenaikan ini dipicu oleh reaksi “risk on” oleh pelaku pasar, karena adanya data sector tenaga kerja yang terus membaik dan angka tingkat pengangguran menurun. Kenaikan indeks saham ini tentunya dapat terkoreksi turun karena adanya factor teknikal tetapi secara umum indeks saham Amerika Serikat masih cenderung naik kedepannya.

Amerika Serikat sedang mempercepat pemberian vaksin kepada warganya, karena naiknya jumlah pasien terinfeksi akhir-akhir ini. Lebih dari 63.000 orang terinfeksi setiap harinya, dan ini menunjukan angka yang kembali naik sejak angka tersebut turun di awal tahun ini. Keadaan ini menjadi salah satu faktor atas pelemahan mata uang US Dollar.

India merupakan salah satu negara yang terkena dampak atas pandemik Covid-19 selain Amerika Serikat dan Brazil. Kasus pasien terinfeksi covid-19 di negara India mencapai 100.000 setiap harinya dan mutase virus dari Inggris, Brazil dan Afrika Selatan, ditemukan di negara ini. Keadaan ini merupakan ancaman bagi kesehatan baik domestik maupun global, sehingga bersama dengan negara Uni Eropa, India dapat menjadi ancaman atas kesehatan dunia. Safe haven akan diburu saat pandemic covid-19 masih menghantui dunia.

Please Share This Info:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *