Kenapa Mata Uang Komoditas Naik Sedangkan Dolar AS Juga Ikut Menguat?

Info Kabar — Hari ini pasar akan menantikan dan berfokus pada rilis serangkaian data tenaga kerja AS. Trio data tenaga kerja AS yaitu Average Hourly Earnings, Non-farm Payroll dan Tingkat Pengangguran. Ketiga data tersebut menjadi pertimbangan bagi pembuat kebijakan dan bank sentral dalam rapat FOMC dan juga indikasi pertumbuhan ekonomi AS. Kekhawatiran resesi masih menjadi tema utama penggerak harga, membuat permintaan safe haven dolar meningkat. Namun, komentar 2 pejabat FED meredakan kekhawatiran tersebut. Adalah Christopher Waller berkomentar bahwa ketakutan resesi terlalu dibesar-besarkan dan James Bullard mengatakan bahwa dia melihat ada potensi “soft landing” dalam ekonomi AS.

  • Sterling rally gegara PM Boris Johnson mengundurkan diri.
  • Pasar uang berfluktuasi dimana euro mendekati nilai parity dengan dolar.
  • Komentar pejabat FED, Christopher Waller, memicu mood pasar, dengan mengatakan bahwa ketakutan resesi terlalu dibesar-besarkan.
  • Waller juga memberikan bocoran potensi Langkah kenaikan suku bunga FED dimana di bulan Juli sebesar 75 bps, diikuti 50 bps di September dan 25 bps di setiap rapat kebijakan hingga akhir tahun, KECUALI jika inflasi masih tetap tinggi.
  • Malam ini AS akan merilis data NFP pada jam 19.30 WIB dengan perkiraan ada penambahan pekerjaan sebanyak 260 ribu, lebih rendah dari sebelumnya penambahan pekerjaan 390 ribu.
  • BOJ naikkan perkiraan inflasi, tetapi mempertahankan bias dovish pada risiko perlambatan global.

 

Pasangan mata uang komoditas Aussie:
AUD/USD berhasil rebound dari level support rendah di 0.6767 hingga bertahan di atas 0.6800. Ini memberikan indikasi bahwa sentimen bullish siap kembali ke pasar.

Koreksi menguji ulang level support 0.6800 masih dimungkinkan. Indikator RSI masih berjuang untuk berusaha di atas 50%. Target bullish terlihat di 0.6895

Euro vs USD :
Pasangan mata uang EUR/USD masih bergerak sideways di bawah level resistance 1.0200. Pola divergensi bullish terdeteksi pada grafik 4 jam bersama indikator RSI. Ini bisa mengindikasikan peluang untuk bullish.

Konfirmasi bullish jika EUR/USD berhasil menembus ke atas level 1.0200 menuju level resistance lebih tinggi 1.0235.

Please Share This Info: