Mengenal Cara Terapi dan Obat Anti Nyeri

informasi dan berita

Mengenal Cara Terapi dan Obat Anti Nyeri seperti apa.

Edukasi nomor 11. Manajemen Nyeri.

Pengertian Nyeri? Apa sih itu Sakit?

Menurut International Association for Study of Pain (IASP) nyeri adalah sensori subyektif dan emosional yang tidak menyenangkan yang didapat terkait dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan.

Tanda dan Gejala Nyeri:
1. Insomnia (susah tidur)
2. Gelisah
3. Gerakan tidak teratur
4. Pikiran tidak terarah
5. Raut wajah kesakitan
6. Gerakan berhati-hati pada daerah nyeri, pucat, keringat berlebihan, pandangan tidak fokus.

Skala Nyeri:
Skala nyeri 1-3 berarti Nyeri ringan (masih bisa ditahan, aktivitas tak terganggu)
Skala nyeri 4-6 berarti Nyeri sedang (menganggu aktivitas fisik).
Skala nyeri 7-10 berarti Nyeri berat (tidak dapat melakukan aktivitas secara mandiri)

Apa Penyebab Nyeri?
Salah posisi tidur, cedera punggung, ada otot paha yang tertarik, melakukan aktivitas yang berlebihan, otot tegang atau terkilir karena cidera trauma, ketegangan atau stres yang terjadi pada salah satu atau beberapa bagian tubuh.

Hal-hal yang harus anda perlu lakukan untuk mengurangi rasa nyeri:
1). Mengkonsumsi obat pereda rasa sakit/resep dokter.
2). Kompres bagian yang sakit dengan es batu selama 30 menit (1-3 hari).
3). Mengistirahatkan bagian yang terkena sakit dan nyeri.
4). Pijatan lembut juga bagus untuk meredakan rasa nyeri pada otot.
5). Tidur yang cukup dan menghindari stress.
6). Latihan dan olahraga secara rutin dan rajin.
7). Lakukan peregangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas fisik tertentu.
8). Menarik nafas dalam dari hidung dan menghembuskan melalui mulut secara perlahan-lahan.
9). Bagi yang bekerja di balik meja atau berada di posisi yang sama untuk waktu yang lama bisa meningkatkan risiko Anda mengalami nyeri otot.
Cobalah lakukan peregangan secara teratur dan bangun dari tempat duduk Anda untuk berjalan-jalan sejenak. Setidaknya lakukan satu jam sekali.
10). Jika anda sering melakukan aktivitas fisik yang menguras tenaga, pastikan untuk minum banyak air untuk menghindari dehidrasi.

Pemeriksaan bantuan atau penunjang:
1). Pemeriksaan USG untuk data penunjang apa bila ada nyeri tekan di perut.
2). Rontgen untuk mengetahui tulang atau orang dalam yang abnormal.
3). Pemeriksaan Laboratorium sebagai data penunjang pemeriksaan lainnya.
4). CT-scan (cidera kepala) untuk mengetahui adanya pembuluh darah yang pecah di otak.

Pembagian atau klasifikasi nyeri:
1. Nyeri akut, biasanya awitannya tiba-tiba dan umumnya berkaitan dengan cedera spesifik. Nyeri akut mengindikasikan bahwa kerusakan atau cedera telah terjadi.
2. Nyeri kronik adalah nyeri konstan atau intermiten yang menetap sepanjang suatu periode waktu. Nyeri ini berlangsung di luar waktu penyembuhan yang diperkirakan dan sering tidak dapat dikaitkan dengan penyebab atau cedera spesifik.

Gejala Darurat akibat rasa nyeri:
1). Kesulitan menelan.
2). Sesak nafas
3). Berat badan bertambah dengan cepat.
4). Urine yang dibuang lebih sedikit dari biasanya.
5). Anda tidak bisa menggerakkan beberapa bagian tubuh atau mengalami otot lemas.
6). Bagian leher terasa kaku.
7). Demam tinggi.
8). Muntah-muntah

Leave a Reply