Menteri Keuangan Janet Yellen soal suku bunga AS

Menteri Keuangan Janet Yellen soal suku bunga AS.

Data ADP Tak Bantu Index Dollar
Dollar Amerika Serikat melemah setelah laporan menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja swasta di AS tidak sesuai ekspektasi dan di saat pelaku pasar menunggu Non Farm Payroll ADP Employment Change memperlihatkan pertumbuhan sebesar 742 000 selama April, di bawah prediksi 800.000. Tekanan juga datang dari indeks PMI jasa yang juga keluar di bawah prediksi Dollar AS sempat melaju karena pernyataan Menteri Keuangan Janet Yellen soal suku bunga. Fokus selanjutnya adalah Non Farm Payroll yang diperkirakan tumbuh 978.000 di April. Untuk hari ini ada data Initial Jobless Claims pkl 19.30 WIB.

Pound Sterling Masih Lesu.
Jelang Super Thursday.
Mata uang Pound tidak banyak bergerak di saat pasar menantikan rangkaian even penting dari BOE termasuk keputusan suku bunga Minutes dan Laporan Kebijakan Moneter atau yang disebut dengan Super Thursday. Tiga katalis tersebut bisa mempengaruhi pergerakan sterling yang sejauh ini masih mampu bertahan di tren bullish nya. Ada ekspektasi BOE akan mulai memberi sinyal pengurangan stimulus seiring dengan pemulihan ekonomi Inggris. Sinyal tapering bisa memberi dorongan ke pound yang sejauh ini masih dalam kondisi bullish dengan berada di atas MA 100.

Emas Masih Konsolidasi.
Dalam dua minggu terakhir harga emas bergerak dalam kisaran 1750 sampai 1805 per troy ons. Harga belum mendapatkan momentum untuk bisa kembali menembus diatas MA 100 dan 200 yang menjadi penentu tren bullish. Emas mencetak rekor di harga $2070 pada Agustus 2020 setelah itu harga terus merosot dengan titik terendahnya di $1690. Outlook emas bergantung pada pergerakan Dollar AS, yield obligasi AS dan minat investor terkait risiko. Kejatuhan tajam pada bursa saham berpotensi memicu peralihan dana kembali ke logam mulia.

Minyak Koreksi Meski Data EIA Bagus.
Harga minyak terkoreksi akibat profit taking setelah reli selama dua sesi sebelumnya meski data dari Energy Information Administration (menunjukkan cadangan AS turun drastis) EIA mengumumkan cadangan minyak AS berkurang 8 juta barel lebih besar dari prediksi 2,3 juta barel turut menekan harga adalah mencuatnya kekhawatiran mengenai prospek permintaan di tengah lonjakan kasus Covid di beberapa Negara. Restriksi terkait pandemi di AS dan Eropa mulai dilonggarkan tapi penularan meningkat di India, Brazil dan Jepang.

Pasar didominasi harapan akan pulihnya ekonomi global dengan rilis data ekonomi bagus dari AS dan Eropa serta distribusi vaksin yang terus berlangsung
• Sementara itu, kekuatiran melanda dengan masih meningkatnya pandemi Covid 19 di Asia dan Amerika Selatan yang mencapai rekor penularan baru.
• Investor Trader akan terpusat kepada laporan Non Farm Payrolls AS di akhir pekan mendatang.
• Laporan kuartal pertama dari Pfizer dan General Motor.
• Event penting lainnya seperti pengumuman suku bunga RBA dan suku bunga BOE, data ketenagakerjaan NZ.

Please Share This Info:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *