Rangkuman Berita Pasar Forex Dan Emas, 21 Juni 2022

Rangkuman Berita Pasar Forex Dan Emas: Selasa, 21 Juni 2022

Instrumen yang direncanakan Bank Sentral Eropa terhadap fragmentasi keuangan antara negara Euro harus mendukung komitmen bank sentral mempertahankan nilai tukar Euro.

Sekretaris Keuangan Inggris Simon Clarke Senin mengatakan perlunya kebijaksanaan pemerintah atas gaji sektor publik, dan peringatkan bahwa kenaikan inflasi mencapai 11% di akhir tahun.

Impor minyak mentah China dari Rusia melonjak 55% dari tahun lalu mencapai rekor pada Mei, menggusur Arab Saudi sebagai pemasok utama, atas pemberian insentif oleh penyuling.

Rusia ungguli Saudi sebagai pemasok utama China setelah 19 bulan dengan mengimpor hampir 2 juta barel per hari pada Mei, impor dari Malaysia lebih dari dua kali lipat per tahun di Mei.

Risiko stabilitas keuangan meningkat nyata sejak awal tahun ini,” Presiden ECB, Christine Lagarde, Senin, mengatakan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Risiko Sistemis Eropa.

Joe Biden Senin mengatakan keputusan penghentian sementara pajak bensin dapat diputuskan pada akhir minggu ini, dalam upaya Amerika Serikat mengatasi kenaikan harga dan inflasi.

The Fed berpotensi menempa ekonomi AS kembali bersinar jika berhasil mengulangi siklus pengetatan tahun 1994, Presiden Fed St. Louis James Bullard mengatakan pada hari Senin.

Inflasi zona Euro berpotensi picu “psikologi inflasi,” kepala ekonom ECB Philip Lane Senin, mengatakan, mengacu pada kebiasaan konsumen dalam mengantisipasi kenaikan harga.

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan Putin khawatir “percikan demokrasi” menyebar ke negaranya, mencoba memecah Eropa dan kembali ke dunia yang didominasi oleh kekuasaan.

Harga minyak naik 1% di awal sesi perdagangan Selasa, fokus pasar kembali pada ketatnya pasokan produk minyak mentah dan bahan bakar mengalahkan kekhawatiran tentang resesi.

AS tengah, Kanada dan sekutu lainnya tengah membahas pembatasan pendapatan energi Moskow dengan memberlakukan batasan harga minyak Rusia, Janet Yellen Senin mengatakan.

Bank sentral Australia, Selasa mengatakan program stimulus pandemi untuk menjaga imbal hasil obligasi jangka pendek berhasil tapi jalan keluarnya tidak teratur dan merusak reputasi bank.

Gubernur Bank sentral Australia, Philip Lowe, mengatakan perlunya pengetatan kebijakan lebih lanjut karena suku bunga masih “sangat rendah” agar inflasi tidak memenuhi ekspektasi publik.

Bank sentral Australia putuskan menaikkan suku bunga lebih besar 50 basis poin karena kebijakan masih akan sangat stimulatif dan perlu dinormalisasi untuk menghentikan inflasi.

Pasar saham berjangka AS melemah di perdagangan Senin, karena investor bersiap untuk pengetatan kebijakan the Fed lebih lanjut dan meningkatnya peluang penurunan ekonomi.

Please Share This Info: